Sejarah Peluncuran Satelit Palapa Pertama Tahun 1976
Baca selengkapnya di artikel “Sejarah Peluncuran Satelit Palapa Pertama Tahun 1976”, https://tirto.id/dhBj

Satelit Nusantara Satu milik perusahaan swasta Indonesia PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) telah diluncurkan oleh Space-X, Jumat (22/2/2019) pukul 08.45 WIB di Cape Canaveral, Amerika Serikat. Peristiwa ini mengingatkan pada sejarah peluncuran Satelit Palapa pertama tanggal 8 Juli 1976 silam. PT PSN, seperti tertulis di situs resminya, adalah perusahaan satelit swasta pertama di Indonesia. Satelit Nusantara Satu yang baru saja diluncurkan merupakan satelit broadband pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan kapasitas bandwidth yang lebih besar. Dalam membuat Satelit Nusantara Satu, PT PSN bekerjasama dengan Space System Loral (SSL) dari Amerika Serikat. Peluncuran satelit yang digadang-gadang bakal memberikan layanan akses broadband ke seluruh wilayah Indonesia ini menggunakan roket peluncur Falcon-9 dari Space-X. Sama seperti PT PSN, Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) dalam peluncuran Satelit Palapa AI pada 1976 juga merangkul perusahaan asal Amerika Serikat, yakni Hughes Aircraft Company (Hughes Space and Communication Inc.), dengan roket Delta 2914 sebagai peluncurnya. Misi yang Terasa Mustahil “Saya ingat pada sejarah Mahapatih Gajah Mada dulu yang telah bersumpah, tidak akan makan buah Palapa sebelum persatuan dan kesatuan Kerajaan Majapahit menjadi kenyataan,” ucap Presiden Soeharto yang tertulis dalam buku autobiografinya berjudul Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (1989). Dari situlah Soeharto terinspirasi menamakan satelit milik Indonesia dengan label Satelit Palapa. Embel-embel A1 di belakangnya diberikan sebagai penanda urutan peluncuran satelit berikutnya. Satelit Palapa A2 diluncurkan beberapa bulan berselang, yakni tanggal 10 Maret 1977, diikuti dengan peluncuran-peluncuran selanjutnya.
Misi yang Terasa Mustahil “Saya ingat pada sejarah Mahapatih Gajah Mada dulu yang telah bersumpah, tidak akan makan buah Palapa sebelum persatuan dan kesatuan Kerajaan Majapahit menjadi kenyataan,” ucap Presiden Soeharto yang tertulis dalam buku autobiografinya berjudul Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (1989). Dari situlah Soeharto terinspirasi menamakan satelit milik Indonesia dengan label Satelit Palapa. Embel-embel A1 di belakangnya diberikan sebagai penanda urutan peluncuran satelit berikutnya. Satelit Palapa A2 diluncurkan beberapa bulan berselang, yakni tanggal 10 Maret 1977, diikuti dengan peluncuran-peluncuran selanjutnya.
Satelit Palapa A1 merupakan satelit Indonesia pertama. Satelit perdana ini diluncurkan pada 8 Juli 1976 dari Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral, Amerika Serikat, kemudian dilepas di atas Samudera Hindia pada 83 derajat Bujur Timur (BT). Terwujudnya peluncuran satelit milik Indonesia bermula dari kehendak Soeharto yang ingin memangkas jarak komunikasi antar daerah di Indonesia yang memang memiliki wilayah yang amat luas demi tercapainya misi pembangunan nasional. Keinginan Soeharto itu pun menjadi bahan bisik-bisik di kalangan pejabat Dinas Pos dan Telekomunikasi, yakni Mayjen Soehardjono dan Ir. Yahya Sutanggar Tengker. Keduanya pesimistis. Untuk merealisasikan kehendak presiden, kehadiran satelit sangat dibutuhkan. Soeharto rupanya mendengar kasak-kusuk tersebut. “Kalau memang perlu pakai satelit, silakan, pelajarilah kemungkinannya,” titah presiden dikutip dari buku Sejarah Telekomunikasi Indonesia (2006). Perintah ini terasa mustahil. Indonesia kala itu sedang berbenah seiring pergantian rezim. Secara perekonomian dan untuk pengelolaannya nanti, Indonesia dirasa belum sanggup. Lagipula, pada dekade 1960-an itu, hanya ada dua negara di dunia yang mampu mengurusi satelit, yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Baca selengkapnya di artikel “Sejarah Peluncuran Satelit Palapa Pertama Tahun 1976”, https://tirto.id/dhBj